Sunter Agung - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengungkapkan, pembangunan yang tidak mempertimbangkan aspek kepentingan manusia akan dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia. Seperti halnya, bencana banjir dan kerusakan ekosistem lingkungan yang ada di bumi.
Hal ini disampaikan kepada 700 orang perwakilan kepala sekolah se-DKI Jakarta dalam sebuah kegiatan sosialisasi dampak dan penanggulangan pemanasan global yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta di Jubilee School, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Selasa (04/12).
"Kami akan terus mengupayakan untuk menormalisasi sungai seperti menambah lebar sungai yang sekarang lebarnya tinggal 7 meter saja hingga mendekati ideal," ujar Prijanto kepada reporter jakartautara.com.
Selain itu, pembersihan hingga pengerukan sungai pun harus dilakukan agar dapat menampung debit aliran air dari hulu ke hilir serta menerapkan teknologi sumur resapan sehingga mampu menambah cadangan air tanah.
"Yang paling penting ubah paradigma saluran air seperti selokan dan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Jika ini tidak direspon baik oleh masyarakat maka keinginan untuk terbebas dari genangan air dan banjir adalah mimpi semata," kata Prijanto.
Usai membuka secara resmi kegiatan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, Sylviana Murni, PLH. Walikotamadya Jakarta Utara, Syafruddin Putra turut meninjau langsung cara kerja pembuatan Lubang Resapan Biopori yang dipandu langsung oleh Ir. Kamir R. Brata, MS selaku penemu Alat Lubang Resapan Biopori (LRB) dari Institut Pertanian Bogor.
"Diharapkan pada setiap sekolah akan terdapat sumur-sumur resapan dalam bentuk Lubang Resapan Biopori (LRB) yang berfungsi untuk menampung, menyimpan dan menambah cadangan air tanah," ungkap Sylviana Murni.
Sementara itu, PLH Walikota Jakarta Utara menyambut baik langkah penerapan teknologi tersebut namun pihaknya masih akan mengkaji sejauh mana pemanfaatan teknologi tersebut dapat diterapkan di wilayah Jakarta Utara. (boedysas)